Summary
The Battle of Mogadishu on October 3–4, 1993, was a fierce 17-hour urban firefight in Somalia between U.S. troops (Task Force Ranger) and local militia fighters loyal to warlord Mohamed Farrah Aidid.
Description
Pertempuran Mogadishu (bahasa Somali: Maalintii Rangers, har. 'Hari Para Rangers'), juga dikenal sebagai insiden Black Hawk Down, merupakan bagian dari Operasi Gothic Serpent. Peperangan ini berlangsung pada tanggal 3–4 Oktober 1993 di Mogadishu, Somalia, antara pasukan Amerika Serikat—didukung oleh UNOSOM II—melawan pasukan Aliansi Nasional Somalia (Somali National Alliance, SNA) dan warga sipil bersenjata di selatan Mogadishu.
Peperangan ini merupakan bagian dari Perang Saudara Somalia yang telah berlangsung selama dua tahun. Perserikatan Bangsa-Bangsa pada awalnya mengirimkan pasukan untuk meringankan bencana kelaparan di selatan Somalia. Akan tetapi, PBB mulai mencoba untuk menegakkan demokrasi dan memulihkan pemerintah pusat. Pada Juni 1993, pasukan pemelihara perdamaian PBB mengalami hari paling mematikan mereka ketika kontingen Pakistan diserang ketika sedang memeriksa gudang persenjataan SNA. UNOSOM II menyalahkan pemimpin SNA Mohamed Farrah Aidid, dan melancarkan pemburuan. Pada Juli 1993, pasukan AS di Mogadishu melakukan penggerebekan Abdi House (Abdi House raid) dengan tujuan mencari Aidid, dan penggerebekan tersebut menewaskan banyak sesepuh dan anggota terkemuka dari klan Aidid, Habr Gidr.[6][7] Penggerebekan tersebut menyebabkan banyak warga Mogadishu ikut melawan UNOSOM II, dan pada bulan berikutnya, Aidid dan SNA menyerang personel AS untuk pertama kalinya. Hal tersebut membuat Presiden Bill Clinton mengerahkan Satuan Tugas Ranger (Task Force Ranger) untuk menangkap Aidid.
License
Arma Public License (APL)